30/10/09 - Dewasa ini situs-situs jejaring sosial memang lagi naik daun. Di Indoneisa sendiri, seingat saya, diawali dengan era Friendster, kemudian Facebook, dan disusul era Twitter. Dan saat ini, Facebook dan Twitter telah menemukan masa emasnya di Indonesia. Awalnya, penggunaannya pun terbatas pada media untuk menghubungkan antar teman yang terpisah jauh secara geografis maupun waktu, alias sudah lama tidak berjumpa. Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh situs-situs jejaring sosial melalui fitur-fitur canggihnya, kini orang semakin mudah saja meng-share (baca: membagikan) apapun mengenai dirinya. Mulai dari cerita remeh temeh hingga diskusi yang cenderung serius dan berbobot.
Melihat fenomena ini, pada palaku usaha memanfaatkannya untuk mempromosikan bisnisnya. Bisa dengan mempost wall atau ngetwit hal-hal baru tentang usahanya. Seperti produk baru, jasa layanan baru, berita terbaru, dsb. Akhirnya, facebook dan twitter pun memiliki fungsi baru sebagai media promosi antar teman atau follower.
Karena tampilan visual lebih menarik daripada hanya tulisan, para pelaku bisnis pun mulai melakukan strategi marketingnya dengan meng-tag gambar produknya ke sebanyak-banyaknya teman di list friendnya. Dengan seketika juga, seluruh teman yang di tagging tadi jadi tahu bahwa ada produk baru yang sedang ‘dikomunikasikan’. Namun ada sedikit catatan dari strategi promosi via tagging di Facebook seperti ini.
Nukman Luthfie, seorang Online Strategist dari virtual.co.id (saya sempat foto bareng dengan beliau lho di Pesta Blogger 2009 ^_^) mengatakan bahwa kita harus memikirkan ulang tentang cara tagging seperti di atas. Sebab yang sering terjadi bukannya orang yang kita tag itu senang dengan cara promosi kita karena diberitahukan produk baru, tapi malah sebel karena foto produk-produk itu masuk ke album photo of you mereka. Yang nantinya juga akan dianggap sebagai koleksi foto mereka jika tidak segera di remove tag. Perasaan sebel ini terbukti saya alami juga.
Saat rame-ramenya mengirimkan kartu ucapan selamat lebaran kemarin, banyak sekali teman saya yang membuat satu gambar berisi foto dirinya dan ucapan selamat lebaran di dalamnya yang kemudian di tagging ke semua temannya. Dan yang lebih parahnya, hal itu tidak dilakukan satu teman saya saja. Akhirnya di koleksi photo of you saya banyak gambar-gambar sampah yang seharusnya tidak masuk di album foto saya. Untuk membersihkannya, saya harus telaten ngeremove tag satu per satu.
Perasaan itulah yang mungkin sekali akan muncul jika kita melakukan tagging secara membabibuta kepada teman-teman kita. Padahal sebenarnya mereka tidak terlalu membutuhkan informasi itu. Akhirnya bisa-bisa mereka jadi alergi dengan anda, dan akan mengabaikan apapun yang anda tawarkan.
Masih menurut Nukman Lutfie, Twitter lah yang lebih tepat untuk digunakan media promosi produk kita daripada Facebook. Karakter Twitter yang menerapkan konsep follower (bukan friend) memungkinkan kita untuk ‘lebih bebas’ tanpa mengganggu privasi orang. Karena orang yang membacanya adalah orang-orang yang dengan ikhlas follow ke kita, dan postingan kita pun tidak masuk album atau arsip post mereka.
Ditulis oleh Trian Ferianto, pemilik SOLUSIdigitalku.com, penyedia layanan pembuatan website atau blog murah, namun dengan fitur-fitur canggih yang bisa membantu mengembangkan bisnis anda. Cocok untuk bisnis yang mau melakukan ekspansi melalui dunia online. Penulis telah berpengalaman di dunia website dan blog selama kurang lebih dua tahun.
Posted by | Jumat, Oktober 30, 2009 |
3
komentar
Categories:
Strategi Bisnis
Testimoni
"tengkyu ya, mas, trian... semoga solusidigital cepat berkembang dengan pelanggan2 yang banyak dan puas dengan pelayanannya...amiin... kiosTe termasuk salah satu yang senang dengan servis dari solusidigital ;) "
(mimi fanty, pemilik www.kioste.com)
"Saya Tadi sudah lihat islamicoutbound.com, tampilannya cukup menarik. Saya senang, para investor setelah saya tunjukkan juga puas."
(Bpk. Diki Candra - Direktur Utama PT. BALADEGANA UNIVERSE SEJATI)




Thank atas kunjungannya.
Maaf mas, saya pengen tahu gimana cara install template mu ke blogspot? kan di sumbernya http://www.dailyblogtips.com/wordpress-themes/ untuk wordpress? bagi dong caranya
@Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Caranya gampang kok, saya sudah mendaparkan template wordpress ini dalam versi blogspot yang dikumpulkan oleh teman saya di btemplates.com. Di sana banyak template2 bagus dari adaptasi wordpress yang bagus2. langsung meluncur ke TKP saja...