Alay. Sejak lama saya terganggu dengan keberadaan orang-orang seperti ini. Mohon maaf, ini bukan berarti diskriminasi bahwa para Alay dilarang tinggal di bumi ini. Tapi tolonglah utuk segera mengoreksi diri. Kalau kalian masih menganggap baik kebiasaan itu, ok, mungkin saya yang terlalu sensitid sehingga terganggu hal-hal yang remeh temeh seperti itu. Tapi kalau setelah kaliah menakar lagi baik buruknya kebiasaan kalian dan hasilnya adalah buruk dan sangat mengganggu, tolong segera hentikan kebiasaan itu.
Tulisan di atas itu merupakan surat terbuka kepada siapa saja yang merasa Alay.
Sebagai konsumen media text di internet, terus terang saya sangat terganggu dengan gaya kepenulisan para Alay. Ketika orang-orang sedang ingin benar-benar bisa menulis dengan baik dan benar, mereka malah enak-enakan mempermainkan cara penulisan pesan. Ketika banyak orang Indonesia yang peduli terhadap bahasa indonesia yang semakin hilang akar aslinya karena bahasa lisan yang amburadul, bahasa SMS yang serba singkat, si Alay malah memperparah dengan memunculkan text-text (maaf) kampungan yang sungguh menyakitkan mata orang yang membacanya.
Konon di kalangan komunitas yang terkenal memiliki anggota dengan intelektual yang mumpuni, gaya para Alay ini sangat dihindari dan kalau bisa dibuang jauh-jauh. Lebih parah lagi, saya dengar di forum-forum internet yang memiliki anggota aktif dalam jumlah yang besar, pada Alay ini di caci maki dan menyarankan di banned saja IDnya. Dan saya pun sebagai pengguna internet, terganggu sekali dengan text-text di blog, status facebook, twiter, dan kolom komentar yang dibuat oleh para Alay.
Setelah saya coba inventarisir, setidaknya berikut ini beberapa kerugiaan dan hal kontraproduktif yang dilakukan para Alay:
Membuat orang yang membaca kesulitan dan akhirnya malas menyelesaikan text tersebut
Merusak tata bahasa Indonesia yang semakin hari semakin sedikit orang yang menggunakannya dengan baik dan benar
Terkesan oleh pembacanya, orang yang menulis text gaya Alay ini pasti orang (maaf) kampungan
Mengotori media-media text yang ada di Internat
Meskipun kadang wacana yang disampaikan adalah hal yang ilmiah, tetap saja produksi text para Alay susah untuk dijadikan rujukan tulisan ilmiah
Dan beberapa kerugian lagi yang silahkan ditambahkan sendiri
Saya tidak mengerti historikal perkembangan bahas para Alay tapi yang jelas dewasa ini sungguh marak. Jika Anda tidak tahu apa Alay itu saya berminat sekali menjelaskan di tulisan ini. Tapi setelah saya buka-buka isi facebook teman-teman, ternyata sudah ada yang menuliskan dan menjelaskan secara baik. Lengkap dengan contoh dan komentar pemilik facebook itu.
Teman saya yang memiliki tulisan di bawah ini bernama Aditya Mahardhika. Dia teman saya sejak SMP dan SMA namun setelah kuliah kita beda kampus. Daya sudah ijin untuk kopipaste tulisannya dan dia mengijinkan. Akhirnya dengan bangga saya mempersembahkannya untuk Anda penjelasan tentang Alay yang sungguh memukau ini. (hehe...)
A.L.A.Y Generations
Share
Today at 4:51am
Have you ever heard A.L.A.Y?? Maybe all of you wondering what are the A.L.A.Y means? ALAY means “Anak Layangan” (baca: anak kampung). Actually I identify ALAY from one of my friend’s status on facebook then I interested to explore more:):). He analyze from the status on facebook (Well, as u know facebook is very booming since Friendster going unpopular) that many people (mostly, even a girl or a boy) using a slang Indonesian language such:
1. Saya : saia
2. Maaf : maav, muup, dan mav
3. Terimakasih : Makasih, maaciiw, dan maa’ci
4. Buat : Bwt, dan wat
5. Terus : teyus, trus, dan trs
6. Kamu: kamuh,kammo,kamoh,kamuwh,kamyu,qamu,etc
7. add : ett,etths,aad,edd,etc
8. for : vo,fur(zz),pols,etc
9. lagi : agi,agy, gy, etc
10. makan: mums,mu’umhs,etc
11. lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc
12. siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
13. apa : uppu,apva,aps,etc
14. narsis : narciezt,narciest,etc
15. lo : u,yu, etc
16. gw : w,guw,g
17. etc
Actually this is not pure all my notes, I have inspired and I am goggling to find more info and the fact is faboook now having many alay-ers hahahahahahah. Agak curious juga sih are one of us the Alay-ers?hihiiihihi :D:D
Let me brief you the characteristic of A L A Y *sumber dari blognya rahmaditya and husen ali, data diolah penulis* (aaaiiiiih macam nulis skripsi ajaaaaahh :P:P):
1. selalu ngerasa paling tau tentang musik. -> bukan gwe ini maaaah, lo kaliiii hihihih
2. tongkrongannya di pinggir pinggir jalan. -> wuaaaah gajeboers???do we an alayers?we??lo aja kaleeeee ma keluarga lo yang metal-metal (laaah gwe alaaaay wkwkwkwk)
3. kalo di mall selalu bawa headset buat dengerin lagu lewat handphone. -> masa siiiy ?kaya begini dibilang alay?gilaaaa gwe kalo lagi autis dengerin musik cuuuy
4. sok pengen ‘gaul’ mau ngikutin tren yang sekarang tapi terlalu LEBAY -> tren apa niiy cing?
5. dimana mana SELALU ada acara yg namanya ‘foto-foto narsis’-> hayooo ngaku siapa yang slalu bawa digi cam kemana ajaaa?hahahah ALAY!!!:D:D
6. fotonya ga nahan smua! (dengan gaya di imut imutin,dideketin lampu biar ‘terang bgt’,foto deket bgt dari wajah *biar jeleknya ga keliatan*,foto dari atas *biar kelihatan keren kali ya*,dll.)-> laah ini kayak gwe kenal niiy..biasanya anak-anak gaul neeeh ..atao jangan-jangan anak gaul identik dengan alay yaaah?ahahhahahaha
7. yang cewek tiap hari kerjaannya ngomongin ttg cowooooooooo mulu! -> seeet laris amet apaaah
8. yang cowok tiap hari kerjaannya cari musuh(ribut) mulu sama temen temen cowoknya yg lain-> ga tau kalo ini objeknya siapa hwehehhwe
9. di facebook, yang cewek di fb nya majang cowok cowok ganteng semua *meski ga kenal,biar dianggep cantik & gaull* kalo yg cowok ya majang fbnya cewek semua*walau ga kenal* biar dikata cowok ganteng.
10. menganggap dirinya eksis di friendster/facebook (kalo comments banyak itu berarti anak gaul jadi lomba banyak-banyakan comment) -> hahahahha gwe kenal juga niiiy ma nyang begiiiniii (tulisan yang jadi nyang bisa jadi alay ga yah? *jadi berasa alay gini gwe*
11. kalo ada org yg cuman view profil kita , kita bilang gini : “hey cuman view nih?” ato “heey jgn cuman view doang,add dong! -> taeeeee ahhh ini siy sok iyeee
12. friendster or facebook dipenuhi glitter-glitter norak->ahahahahahah sekarang dah banyak tuh yang kayak gitu
13. nama friendster dan atau facebook mengagung -agungkan diri sendiri,seperti : pRinceSs cuTez,sHa luccU,tIkka cAntieqq,etc.-> wuuuuaaaah rani cutez?haahhahahah is she an alay?*no offense yaaaah*
14. Foto profil di facebook atau friendster seringkali bukan foto dirinya. ->bukaaaaan gw hwweeeee gwe pasang muke gwe ndiiiiri! (anjrit!!!sendiri maksud gwe bukan ndiri! Alay juga neh lama-lama)
15. kata /singkatan selalu diakhiri huruf z/s (cth : nama aslinya adalah talitra,dbuat jadi : talz. nama asliny adalah niken,dibuat jadi qens..dsb!)-> najeees kampring ahh
16. TuL!s4nNyA kAy@ 9!nI, maksudnya menggabungkan huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol-simbol sehingga sulit dimengerti.-> aw aw anak-anak abegong niy biasanya
17. Diam diam mengidolakan : kangen band,st12,radja,ato bahkan GARNET BAND -_-
Jadi?????
Is one of you ALAY-ers?
hahahahahahah what should i say nih?
STOP BEING ALAY !! :):)
Cukup jelas kan penjelasannya? Sekarang silahkan, bagaimana kalau menurut Anda?




hmmm..
setelah membaca tulisan di atas, saya tiba-tiba mendapat ide untuk tema tugas akhir mata kuliah psikologi komunikasi..
baiklah! akan segera saya komunikasikan dengan anggota kelompok yang lain..
anyway, terimakasih terimakasih :D
*beautycandle*
Mental Alay tersebar dimana- mana, dari kampung, kampus sampai Lembaga Dewan. Terimakasih anda telah menaruh kepedulian terhadap hal ini, saya pun turut prihatin.
Alay merusak tatanan dunia
Wakwakwakwakwak
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/
waduuhh...berarti saya termasuk golongan alay dong? hehehee....kadang2 keseringan pake' kata saiya
lha kalau pertamaaxxsss masuk alay ndak?
Setuju mari dari diri kita untuk memperbaiki,,,
terimakasih telah mengingatkan Bos
Prinsipnya seseorang punya hak untuk berekspresi dan bergaya 'gaul' menurutnya. namun demikian, harus di tempatkan pada proporsinya. misalnya, dia bergaya 'gaul' atau 'alay' ya di tempatnya, di web, blog, akunFB sendiri. sehingga ruang maya ini bisa di artikan sebagai ekspresi diri yang bebas.
berbeda dengan misalnya, memberikan komentar terlibat diskusi, saling memberi masukan pada web/blog orang. alay sudah tidak pada proposrinya lagi. iya kalau yang punya nggak masalah, kalau yang punya malah risih plus yang baca juga risih? mungkin lebih tepatnya mereka para alay juga sebaiknya di habitat komunitas alayer. saya kira kita juga tidak punya hak melarang mereka untuk hidup di dunia maya ini mas.
saya juga sependapat kalau para alay ini untuk tidak menjadi virus bagi para blogger yang ingin belajar menulis dengan baik. untuk di hargai orang saya kira juga harus berangkat dari bagaimana cara seseorang menghargai hasil karyanya sendiri dengan tidak meletakkan virus pada karya tulisannya.
terima kasih mas informasinya.
sudah dipasang linknya sebagai kunjungan balik silahkan dicek
gaya tulisan bermacam dan variatif
gaya penulisan bahasa modern mungkin sudah umum seperti itu kali
keren pengetahuannya sobat!!!!
The word “alay” just caught my attention.
Believe it or not, I actually got my fair share of being exposed to alays, especially since Jakarta is a very big city, with huge cultural and social class diversity.
Here’s my observation so far:
(1) Alays can be easily spotted by their trademarked costume: low-waist jeans, chains, flip-flops, and hooded sweatshirts.
(2) Somehow, alays just loooove to wear hooded sweatshirt despite Jakarta is 83°F -hot.
(3) Alays love to swear in public, for absolutely no apparent reason. Hey, I swear too, but I least I do have the reason.
(4) When it goes to music, alays listen to the apparently same kind of local bands: Peterpan, ST 12, Kangen Band, Paddy, The Massive, Samson’s –the same kind of trashy music typically played at KFC.
(4 a) While we’re at it (local bands, I mean), I don’t think alays listen to the likes of The Groove or Maliq & D’Essentials. Apparently, this kind of music is beyond them.
(5) Etiquette and manners are simply beyond alays.
(6) Alays usually ride underbone motorbikes. Carelessly, of course.
Based on the observations above, I think alays are the Indonesian equivalent of chavs and townies.
Chavs:
http://en.wikipedia.org/wiki/Chav
Townies:
http://www.urbandictionary.com/define.php?term=townies