29.12.09

Buku Gratis #2 dan #3: Paling Lambat 15 Januari 2010



Alhamdulillah saya bisa menepati janji saya untuk bisa membagi buku gratis tiap bulan. Alhamdulillah juga saya punya rejeki lebih untuk hal yang satu ini.

Buku yang akan saya bagi kali ini ada dua (meningkat dari buka lalu yang Cuma satu). Saya percaya semakin banyak member akan semakin banyak menerima, jadi kali ini saya perbanyak saja.  Dua buku itu adalah:


  1. Cara Menghadirkan Surga ke Rumahmu karya Al-Husain Mustafa Ar-Rais, penerbit Gara Ilmu
  2. Trunojoyo Sang Pendobrak karya Gamal Komandoko, penerbit DIVA Press


Seperti biasanya saya hanya akan memberikannya pada yang serius dan berminat dengan buku dari saya ini. Cara untuk menunjukkan keseriusan Anda adalah dengan menuliskan sebuah artikel tentang buku. Temanya apa saja, bisa synopsis buku, buku pertama Anda, pengalaman menarik tentang buku, ajakan kepada orang lain untuk suka membaca buku, dsb. Saya bermaksud dengan banyaknya tulisan tentang buku ini, masyarakat penggun internet akan sadar bahwa buku itu masih penting dan tidak boleh ditinggalkan. Selain itu, harapan saya semakin banyaknya postingan tentang buku bisa meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Di dalam artikel itu harus memuat kata-kata BUKU GRATIS yang di-link-an ke postingan ini.




Selain itu, saya mohon untuk menjawab beberapa pertanyaan yang membuat saya bingung ini.

  1. Menurut Anda, Apakah ada yang disebut buku bekas? Sebab menurut saya selama buku itu masih bisa di baca, buku itu tidak pantas dikatakan buku bekas.
  2. Apakah kalau orang mau memberikan buku gratis harus buku yang masih beregel? Sebab saya kadang tidak enak juga kalo tidak bersegel. Padahal kalau saya pribadi, mau bersegel atau sudah telanjang, namanya dikasih buku gratis yang nerima saja. 
Jawaban dari pertanyaan di atas cukup di tulis di komentar postingan ini sekalian menunjukkan link artikel syarat pertama tadi.


Syarat mendapatkan buku:
  1. Menulis Artikel tema buku dengan mencantumkan BUKU GRATIS di dalamnya dan meng-link ke postingan ini.
  2. Menjawab dua pertanyaan saya di komentar postingan ini sambil memberitahukan link syarat pertama.
Cukup jelas kan? Dua orang yang berhak mendapatkan buku ini akan saya pilih berdasar subyektifitas saya pribadi mana yang paling membuat saya tertarik. Nama-namanya akan saya umumkan di SOLUSIdigitalku.com pada tanggal 15 Januari 2010. Diakan saja pada tanggal itu saya juga sudah siap membagi buku gratis selanjutnya.

14 komentar:

arkasala mengatakan...

Saya insya Allah ikut serta Mas.
Menjawab pertanyaan : istilah buku baru dalam artian memang kelihatan baru. Saat ini memang ada pergeseran karena perilaku penjual yang berbungkus plastik yang menjual buku baru walau tidak semua.
Saya setuju untuk sebuah buku akan bermanfaat jika dibaca. Baru ataupun lama selagi tidak dibaca hanya sebuah pajangan saja tanpa berfungsi sebagai gudang ilmu.
Bagi saya tidak ada masalah baru ataupun lama, pemberian dari seseorang patut saya syukuri.
Terima aksih Mas. Salam hangat selalu :)

Badruz mengatakan...

Malem Mas Trian. siap-siap bikin postingan nih. komentarnya besok saja sekalian mas, he... terima kasih.

abdul aziz mengatakan...

Terima kasih Mas sudah mampir ke tempat saya. Menjawab pertanyaan diatas, saya kira yang maksud buku bekas itu bukan berarti sudah tidak bermanfaat atau kurang bermanfaat, hanya sudah pernah dibaca. Sudah bukan barang baru seperti dari toko, artinya bekas dipakai. Tapi seorang pembaca buku yang baik tidak akan memeprmasalahkan bekas atau bukan.
Kedua, bagi orang yang hanya senang memajang buku, biar kelihatan orang berpendidikan, tentu kurang senang kalau bukunya itu sudah tidak bersegel lagi. Tapi bagi yang ingin membaca isinya, tidak demikian.
Terima kasih Mas.
Salam.

Nisa mengatakan...

Kereenn...!! ^_^ Sip!

Badruz mengatakan...

1. Buku bekas menurut saya, buku yang sudah tidak terpakai lagi mas, misalnya buku yang di jual kiloan di pasar untuk bungkus tempe. saya lebih enak menyebutnya sebagai bekas buku.

tetapi kalau masih di pakai, masih di simpan di perpustakaan pribadi, itu bukan buku bekas mas. apalagi baru di baca satu kali. saya juga beberap mendapat buku dari blogger baru satu kali di baca, kemudian di berikan ke saya. bagi saya buku itu baru, karena saya belum pernah membacanya, belum punya, dll. apalah, artinya buku baru bersegel kalau kita sudah pernah membaca dan memilikinya. jadi pengertian baru menurut saya, karena judul buku yang belum pernah di miliki. apalagi hadiah dari blogger (misalnya tidak baru) sama sekali tak arif mempermasalahkannya.

2. memberikan buku gratis, tidak harus bersegel mas. sekali lagi, segel dan tidak segel tidak penting. segel hanya untuk keperluan jual beli saja. buku dari blogger bukan persoalan bersegel, tapi persoalan persahabatan, kenangan, motivasi, berbagi ilmu, berbagi rezeki buku, dll. beberapa, saya mendapatkan buku tak bersegel--malah sudah di baca satu kali sebelum di berikan ke saya, saya tak pernah menganggap itu bukan buku baru. tetapi, itu buku sangat berharga bagi saya.

Saya sudah buat postingannya mas, ini dia:
http://badruznucultural.wordpress.com/2009/12/30/buku-tetap-nomer-satu/

Badruz mengatakan...

Alhamdulillah akhirnya bisa, tadi sempat kesulitan mas, soale kode yang muncul lewat headset apa yang di dengar. saya tak pakai headset, mungkin karena akses internet saya lambat. tapi akhirnya hanya kata.

Nisa mengatakan...

Pak, saya hendak berpartisipasi ya…

Menjawab pertanyaan pertama, menurut saya, buku bekas itu cuma istilah yang dipakai masyarakat untuk menyebut buku yang sudah pernah dimiliki orang lain. ^_^ Jadi, sebenarnya tidak ada kata bekas untuk buku.

Untuk pertanyaan kedua, bagi saya, memberi buku kepada orang lain tidak harus yang bersegel. Yang penting kan manfaatnya, toh nanti juga dibuka. Saya mah… juga seneng-seneng aja kalau dapat buku gratis :D Alhamdulillah :)

Link artikel saya : http://drizzletrouble.wordpress.com/2009/12/31/ayo-baca-buku%E2%80%A6/

mohon maaf, saya baru belajar menulis... jadi harap maklum ^_^ terima kasih...

arkasala mengatakan...

Kali ini di awal tahun, saya hanya menyapa sambil mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010.
Semoga langkah kita akan semakin baik.
Salam hangat selalu :)

HumorBendol mengatakan...

HEhe...karena gak bakat tulis menulis, Bendol mendukung Bang Yayat aja deh (arkasala)
hehe....
Smoga sukses bro....

ZankDjYes! mengatakan...

zankdjyes!, hadir! @ http://katulistiwa.blog.friendster.com/

kharly mengatakan...

Assalamu'alaykum mencoba berpartisipasi...
sebelum buat artikel, mau jawab pertnyaan dulu ya akh...

1. Setuju jika kata "bekas" yang dimaksud adalah barang yang telah digunakan, istilah mudahnya "bukan barang baru lagi".
tetapi bedanya dengan barang bekas lain, ilmu yang ada di dalam buku tak pernah habis, tetap utuh.

2. Tidak harus yang bersegel, tetapi bukan nya Sang Nabi mngajarkan kalau memberi hadiah menumbuhkan kecintaan dan di hadits lain jika sebaik-baik hadiah/shodaqoh adalah sesuatu yang paling kita cintai, makanya kita cenderung memberi buku baru.

kharly mengatakan...

Sudah di posting di

http://annahl125.multiply.com/journal/item/15/Buku_ilmu_tiada_habis_ia_utuh_utuh

untuk menambah traffic antum, link buku gratis pun sudah ana buat...

semoga berkenan..

jazaakallah

Ipunk mengatakan...

Assalamualaikum wr. Wb.

paling lambat 15 januari kan?masih boleh ikutan y,,,,

Pertama, menurut saya benda akan dikatakan bekas jika fungsi dari benda tersebut sudah tidak terpakai atau benda tersebut beralih fungsi, seperti itu juga pada buku. Buku akan akan dikatakan bekas jika buku tersebut sudah tidak lagi memegang fungsi utamanya, misalnya pada mulanya buku digunakan sebagai bahan bacaan kemudian digunakan untuk kepentingan lain, seperti bungkus makanan, hiasan industri kreatif, atau bahkan penyumbat ventilasi rumah agar tak dimasuki oleh nyamuk.

Kedua, nilai dari suatu buku bukan terletak pada baru atau lama, mahal atau murah, tebal atau tipis, apalagi bersegel atau tidak bersegel. Bagi saya nilai suatu buku terletak pada seberapa besar pengaruh buku itu pada diri seseorang. Karena suatu hal,bisa jadi buku murah memiliki arti yang besar bagi seseorang. Sebaliknya tak jarang buku mahal hanya dijadikan hiasan tambahan di lemari rumah saja. Terkait bersegel atau tidak, tentu bukan sebuah masalah, toh pada nantinya buku bersegel juga akan dilepas segelnya, kecuali jika bukunya digunakan untuk hiasan meja belajar saja.


http://kan99uru.blogspot.com/2010/01/tak-ada-yang-spesial-dari-sebuah-buku.html

trims

Badruz mengatakan...

assalamu'alaikum Mas Trian semoga sehat selalu.
lagi sibuk ya mas....belum ada postingan baru....

semoga sukses selalu
salam.

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Pesan di sini. Banyak yang mengeluh mengalami kesulitan teknis dalam memberikan komentar. Padahal tidak. Tinggal tekan tombol TAB di keyboard Anda setiap kali anda selesai menulis komentar dan mencari tombol "POSTING KOMENTAR"